RSS
Tampilkan postingan dengan label cerita gue. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita gue. Tampilkan semua postingan

Deskripsi "Tahi Lalat"

Hari ini. Hari terakhirku melihatmu memakai seragam SMA.

Mungkin kalau kita bertemu lagi, aku akan melihatmu dengan kemeja rapih, sepatu hitam, dan tas ransel hitam usang yang mungkin sudah kamu pakai selama 2 atau 3 tahun yang lalu. Terlihat dengan resleting yang sepertinya dari jauh tampak usang dan mulai mbulet. Tas hitam yang selalu menemanimu ke sekolah. Aku tak pernah melihatmu menggunakan tas lain. Aku akan melihatmu berjalan tegak dengan kepala tertunduk. Mungkin akan ada gaya rambut baru darimu kelak. Selama SMA ini aku tak pernah melihatmu neko-neko. Rambut hitam dan tampak bersinar apabila terkena matahari. Bukan cepak, bukan juga jabrik. Biasa. Ya. Kamu ordinary.  Justru itu yang membuatmu tampak extraordinary. Dengan tatapan mata ke depan. Kamu akan menoleh apabila ada yang memanggilmu. Kalau tidak, kamu akan terus berjalan bersama 2 atau 3 teman kosmu dengan sesekali menundukkan kepala. Setiap pagi, kamu berjalan dengan senyuman kecil. Tak pernah kulihat kamu datang ke sekolah dengan alis yang menyatu atau mulut yang selalu penuh dengan kata-kata. Kamu tenang. Sungguh Super! Aku tidak akan melihatmu menggunakan baju olahraga sekolah kita. Kamu pasti akan memakainya dengan kaos kaki yang cukup tinggi sehingga hampir menutupi setengah betismu. Aku tidak akan melihatmu berlari lagi ketika Ujian Praktek. Ketika teman-temanmu sudah selesai semua, kamu baru datang. Aku yang melihatmu dari kejauhan lalu menyimpulkan kalau kamu lamban dalam berlari. Aku tidak akan melihatmu duduk di sudut bangku paling pinggir. Kamu tidak duduk di depan juga tidak di belakang. Kamu di tengah. Aku tidak akan melihatmu yang kadang duduk di kursi koridor kelas. Kadang, tidak sering. Kala aku lewat depan kelasmu, aku hanya sepintas melihatmu memegang buku. Entah itu buku pelajaran atau buku yang lain. Yang jelas, aku menyimpulkan kamu adalah seorang pembaca yang giat. Aku tidak akan melihatmu dari jendela kelas X-4 sementara ketika Ujian Sekolah. Aku tidak akan melihatmu dari koridor Ruang 1 dan 2 ketika Ujian Nasional. Aku juga tidak akan melihatmu lagi dari koridor kelasku. Aku tidak akan melihatmu sepulang sekolah di depan ruang BK. Ya. Mungkin kamu sedang menyiapkan masa depanmu dengan beberapa kali ke ruang BK. Aku tidak akan melihatmu melewati   Gang Laboratorium Kimia dan Laboratorium Fisika. Aku tidak akan melihatmu di depan Halte sekolah tiap pagi. Aku tidak akan melihatmu duduk di sebelah warung depan SD. 

Tapi,
Aku akan tetep melihatmu dengan titik hitam di pinggir hidung kirimu. Titik hitam yang mengandung lebih banyak melanin dibanding kulit sekitarnya. Itu khasmu. Dari situ, aku akhirnya mendapat sebuah julukan yang pantas untukmu, Freckles.  Maaf. Mungkin julukan itu akan terdengar seperti menyindirmu. Tapi, justru karena "freckles"mu aku dapat mengenalimu kelak.
You are always a mystery to me; you're one I never want to discover so I'll just admire you from afar to keep the wonder.
Semua yang terjadi di sekolah ini, biar cuman terjadi disini aja. - Sanni, Cinta Pertama

*sakwords*


Basi tetep Menyenangkan kok...

Heii, Saudara

5 April 2011. Horeeeee!!!!!! Saya sudah umur 17 tahun. Ya. Hari itu saya mendapatkan anugerah terbesar dalam hidup yaitu masih bisa bernapas di umur 17. Kata orang, kalo udah umur 17 tahun, boleh liat yang aneh  dapat dipertanggungjawabkan. Pagi itu, saya menyambut hari dengan sangat antusias. Dalam hati, saya mengira bahwa ketika saya bangun, saya telah mendapat kado 1 saja dari orang tua saya. Hanya 1 dan itu pun cuma kertas yang biasa orang sebut "KTP". Pikiran itu muncul ketika saya mengingat cerita teman-teman saya ketika mereka berumur 17 tahun. Mereka diberi KTP. Beruntungnya mereka apabila mereka dapet KTP plus SIM.
Bagus!! pagi ketika saya bangun, ternyata benda yang saya harapkan itu tak muncul di depan kedua bola mata saya. Hari-hari pun kuanggap hanya angin lalu saat itu. :)

SEKARANG
22 Maret 2012
Setelah hampir setaun saya nungguin kado ulang tahun saya yang ke-17 (woyy! gue udah 18) , AKHIRNYA DATANG JUGA

Yeahh!!! Tepat pukul 11.28. Sepulang Ujian Sekolah MateMATIka *suram* dan PKn.

puter lagu We Are The Champion

dan lagi-lagi, KTP ini BASI. Ternyata, tepat hari ini, di tempat saya lahir, Situbondo, sudah diberlakukan e-KTP. Yah.. tepat hari ini. Program pemerintah tepatnya program Kementerian Dalam Negeri ini rupanya telah sedikit menghancurkan kebahagiaan saya :( Bagus. 

Tapi setelah kutimbang-timbang dan kupikir-pikir. KTP baru saya tidak mengecewakan. Mungkin, hanya mengecewakan dibagian foto yang kurang ada bloom-nya. KTP saya tetep punya kharisma tersendiri. Ketimbang KTP yang ada SIM-Cardnya :) Tapi, kalo saya ditawarin buat e-KTP, saya dengan senang hati mau kok :D
muka yang item2 itu bakal jadi muka gue! :)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...