2 orang hebat yang selalu berjuang untuk menghidupi 4 orang anaknya dan 2 orang keponakannya. 2 orang hebat yang pikirannya tak hanya berpikir tentang dirinya sendiri, tapi juga memikirkan anak-anak dan saudaranya. 2 orang hebat yang menanggung masalah - masalah yang bukan saja masalahnya sendiri tapi juga masalah orang lain. 2 orang hebat yang selalu jalan pagi ke bukit depan rumah untuk menjaga kesehatannya agar dapat selalu sehat. 2 orag hebat yang selalu mengingatkan saya akan pentingnya makan. 2 orang hebat yang selalu menyelipkan kata-kata 'Jaga Kesehatan ya, Nak' setiap kami dalam line telepon. 2 orang hebat yang selalu mengirimiku uang ketika uang makanku menipis, walaupun disana sendiri belum tentu mempunyai uang juga.
Pa, Ma, aku tahu setiap uangku menipis, papa dan mama sigap mengirimiku uang. Saya tahu bahwa sebenarnya papa dan mama juga belum tentu ada uang ketika uangku menipis, tapi papa dan mama selalu bilang ada uang. Aku tahu mana yang benar. Papa dan Mama, bukanlah hal itu juga yang papa dan mama katakan ketika Mba Resa melakukan hal yang sama seperti yang aku lakukan ? Aku masih ingat, karena waktu itu aku masih ada di rumah....
Ya. 2 orang superhero yang sangat saya cintai. Papa & Mama .
Teruntuk mamaku di rumah.
Mama mengajari saya bagaimana caranya bertahan dalam tekanan dari luar. bagaimana cara menjadi seorang perempuan yang harus punya hati yang kuat, harus punya mental yang kuat. Jangan pernah nyerah sama keadaan yang dibuat oleh orang-orang sekitarmu. Menjadi seorang yang tahan akan cobaan. Bagaimana caranya berdoa. Bagaimana caranya mengalah ketika ada makanan yang harus dibagi-bagi pada saudara-saudra yang lain. Bagaimana caranya menjadi seorang perempuan yang halus, walaupun sampai sekarang, masih saja saya main futsal. tapi setidaknya, saya sudah pernah memperlihatkan kepada mama bahwa saya bisa make rok selain rok seragam sekolah. hehehe .
Terima kasih Mama telah mengijinkan aku menggunakan gaun pernikahanmu waktu itu. Sungguh itu merupakan suatu kebanggaan bagiku walaupun saat itu aku hanya menjadi pembawa persembahan. Terima kasih, Ma.
Terima kasih juga untuk coklat Toblerone yang mama kasih waktu mama kalah nebak tempat yang disebutkan di acara Kick Andy. Terima kasih, Ma.
Teruntuk papaku di rumah.
Papa menjadi seorang panutan bagi saya dalam menapaki kehidupan. Papa mengajari banyak hal yang penting untuk bertahan hidup dan mandiri. Bagaimana caranya menaiki sepeda dan sepeda motor, bahkan papa mengajari saya mobil. Walaupun, mobilnya sempat menabrak dinding lapangan tempat saya latihan karena kebodohan saya. Papa mengajari saya bagaimana menjadi seorang yang tahan akan kondisi badan yang menyiksa sekalipun. 'Jangan nyennyek, ind' nyenyek itu semacam lemah. sedikit-sedikit mengeluh kesakitan atau apalah. Doktrin itu sampai sekarang masih terbawa.
Terima kasih papa atas kerutan-kerutan di dahi ketika aku sakit. Kerutan tanda kecemasan kan itu pa ? hehehe. Terima kasih juga atas ajaramu selama ini. Saya akui, papa pintar kok. Tidak seperti saya.
Terima kasih juga pa atas segala kesabaran yang selama ini papa lakukan. terima kasih sekali pa.
Terima kasih telah mengucapkan namaku di setiap doa papa dan mama. Terima kasih, Pa. Terima kasih, Ma.
Indira ~




