RSS
Tampilkan postingan dengan label 18 tahun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 18 tahun. Tampilkan semua postingan

Thanks for Loving Us

Heii, SaudaraTak terasa saya sudah umur 18 tahun, tak terasa pula sudah 5 bulan saya merantau di kota budaya, Jogjakarta. Sudah 5 bulan saya tak tinggal bersama keluarga. Kami hanya berkomunikasi lewat telepon. Saya mengetahui semua kabar dan berita keluarga hanya melalui komunikasi dua arah tanpa melihat wajah mereka, orang-orang yang paling saya sayangi di dunia. Walaupun, selalu saya yang minta ditelepon. Terkesan manja bukan ? Yahh. Saya kangen sekali dengan mereka. RINDU sekali. Bagaimana setiap hari saya menciumi kening dan pipi ayah dan ibu saya. Bagaimana saya setiap hari memeluk ayah dan ibu saya. Bagaimana saya setiap hari disuruh mereka untuk menjemput Floren atau Desmon ketika mereka pulang sekolah. Bagaimana saya setiap hari dijemput oleh ayah saya. Bagaimana saya hampir setiap hari mengantar ibu saya untuk misa, latihan koor, dan rapat dewan paroki. Bagaimana saya hampir setiap hari mendapat omelan dari ayah ibu saya karena susah makan. Ya. Semua masih teringat sekali dalam memori otak kiri saya..



2 orang hebat yang selalu berjuang untuk menghidupi 4 orang anaknya dan 2 orang keponakannya. 2 orang hebat yang pikirannya tak hanya berpikir tentang dirinya sendiri, tapi juga memikirkan anak-anak dan saudaranya. 2 orang hebat yang menanggung masalah - masalah yang bukan saja masalahnya sendiri tapi juga masalah orang lain. 2 orang hebat yang selalu jalan pagi ke bukit depan rumah untuk menjaga kesehatannya agar dapat selalu sehat. 2 orag hebat yang selalu mengingatkan saya akan pentingnya makan. 2 orang hebat yang selalu menyelipkan kata-kata 'Jaga Kesehatan ya, Nak'  setiap kami dalam line telepon. 2 orang hebat yang selalu mengirimiku uang ketika uang makanku menipis, walaupun disana sendiri belum tentu mempunyai uang juga.
Pa, Ma, aku tahu setiap uangku menipis, papa dan mama sigap mengirimiku uang. Saya tahu bahwa sebenarnya papa dan mama juga belum tentu ada uang ketika uangku menipis, tapi papa dan mama selalu bilang ada uang. Aku tahu mana yang benar. Papa dan Mama, bukanlah hal itu juga yang papa dan mama katakan ketika Mba Resa melakukan hal yang sama seperti yang aku lakukan ? Aku masih ingat, karena waktu itu aku masih ada di rumah....

Ya. 2 orang superhero yang sangat saya cintai. Papa & Mama .


Teruntuk mamaku di rumah.
Mama mengajari saya bagaimana caranya bertahan dalam tekanan dari luar. bagaimana cara menjadi seorang perempuan yang harus punya hati yang kuat, harus punya mental yang kuat. Jangan pernah nyerah sama keadaan yang dibuat oleh orang-orang sekitarmu.  Menjadi seorang yang tahan akan cobaan. Bagaimana caranya berdoa. Bagaimana caranya mengalah ketika ada makanan yang harus dibagi-bagi pada saudara-saudra yang lain. Bagaimana caranya menjadi seorang perempuan yang halus, walaupun sampai sekarang, masih saja saya main futsal. tapi setidaknya, saya sudah pernah memperlihatkan kepada mama bahwa saya bisa make rok selain rok seragam sekolah. hehehe .
Terima kasih Mama telah mengijinkan aku menggunakan gaun pernikahanmu waktu itu. Sungguh itu merupakan suatu kebanggaan bagiku walaupun saat itu aku hanya menjadi pembawa persembahan. Terima kasih, Ma.
Terima kasih juga untuk coklat Toblerone yang mama kasih waktu mama kalah nebak tempat yang disebutkan di acara Kick Andy. Terima kasih, Ma.

Teruntuk papaku di rumah.
Papa menjadi seorang panutan bagi saya dalam menapaki kehidupan. Papa mengajari banyak hal yang penting untuk bertahan hidup dan mandiri. Bagaimana caranya menaiki sepeda dan sepeda motor, bahkan papa mengajari saya mobil. Walaupun, mobilnya sempat menabrak dinding lapangan tempat saya latihan karena kebodohan saya. Papa mengajari saya bagaimana menjadi seorang yang tahan akan kondisi badan yang menyiksa sekalipun. 'Jangan nyennyek, ind' nyenyek itu semacam lemah. sedikit-sedikit mengeluh kesakitan atau apalah. Doktrin itu sampai sekarang masih terbawa.
Terima kasih papa atas kerutan-kerutan di dahi ketika aku sakit. Kerutan tanda kecemasan kan itu pa ? hehehe. Terima kasih juga atas ajaramu selama ini. Saya akui, papa pintar kok. Tidak seperti saya.
Terima kasih juga pa atas segala kesabaran yang selama ini papa lakukan. terima kasih sekali pa.



Terima kasih telah mengucapkan namaku di setiap doa papa dan mama. Terima kasih, Pa. Terima kasih, Ma.

Indira ~

Basi tetep Menyenangkan kok...

Heii, Saudara

5 April 2011. Horeeeee!!!!!! Saya sudah umur 17 tahun. Ya. Hari itu saya mendapatkan anugerah terbesar dalam hidup yaitu masih bisa bernapas di umur 17. Kata orang, kalo udah umur 17 tahun, boleh liat yang aneh  dapat dipertanggungjawabkan. Pagi itu, saya menyambut hari dengan sangat antusias. Dalam hati, saya mengira bahwa ketika saya bangun, saya telah mendapat kado 1 saja dari orang tua saya. Hanya 1 dan itu pun cuma kertas yang biasa orang sebut "KTP". Pikiran itu muncul ketika saya mengingat cerita teman-teman saya ketika mereka berumur 17 tahun. Mereka diberi KTP. Beruntungnya mereka apabila mereka dapet KTP plus SIM.
Bagus!! pagi ketika saya bangun, ternyata benda yang saya harapkan itu tak muncul di depan kedua bola mata saya. Hari-hari pun kuanggap hanya angin lalu saat itu. :)

SEKARANG
22 Maret 2012
Setelah hampir setaun saya nungguin kado ulang tahun saya yang ke-17 (woyy! gue udah 18) , AKHIRNYA DATANG JUGA

Yeahh!!! Tepat pukul 11.28. Sepulang Ujian Sekolah MateMATIka *suram* dan PKn.

puter lagu We Are The Champion

dan lagi-lagi, KTP ini BASI. Ternyata, tepat hari ini, di tempat saya lahir, Situbondo, sudah diberlakukan e-KTP. Yah.. tepat hari ini. Program pemerintah tepatnya program Kementerian Dalam Negeri ini rupanya telah sedikit menghancurkan kebahagiaan saya :( Bagus. 

Tapi setelah kutimbang-timbang dan kupikir-pikir. KTP baru saya tidak mengecewakan. Mungkin, hanya mengecewakan dibagian foto yang kurang ada bloom-nya. KTP saya tetep punya kharisma tersendiri. Ketimbang KTP yang ada SIM-Cardnya :) Tapi, kalo saya ditawarin buat e-KTP, saya dengan senang hati mau kok :D
muka yang item2 itu bakal jadi muka gue! :)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...