Rabu, 21 Maret 2012
Hari ini adalah hari ketiga Ujian Akhir Sekolah yang diadakan oleh sekolah saya . Hari pertama dan kedua semua *sepertinya* berjalan lancar
Namun, apa yang saya sangka ternyata hanya sangkaan belaka. Beliau rupanya tidak mengetahui masa SMA jaman sekarang. Hari Rabu Kelabu itu, sungguh menjadi malapetaka bagi kami para siswa-siswi yang sangat pintar dalam bidang Matematika alias
awalnya, tingkah ini yang akan saya jadikan pedoman dalam mengerjakan ujian matematika. Mengingat, tempat duduk saya dibelakang.
Ternyata, Tuhan berkehendak lain. Dalam kesesakan, saya sungguh tak berdaya. Dari 40 soal yang telah disediakan untuk dikerjakan seluruhnya dengan benar, saya hanya mengerjakan seluruhnya dengan benar *amin* 24 soal. Prestasi bukan? Ya. Itu sungguh sangat prestasi bagi saya pribadi.
Tapi, setelah saya pikir dan saya pertimbangkan dengan seksama, ternyata tindakan saya ini benar di mata Tuhan dan salah di mata ijazah.
Gambar diatas adalah gambar yang cukup bagus untuk dilihat. Tapi, tidak bagus untuk ditiru dalam ujian. *ehhh
Jam mengerjakan ujian Mate-MATI-ka telah berakhir. Ternyata, yang saya rasakan juga menimpa pada teman-teman 1 ruangan yang sangat pintar di bidang ini. Mereka sungguh se-iya sekata. Kami langsung menceritakan ketakutan kami pada Ibu Bunga. Ya. Lagi-lagi Ibu Bunga. >.<
Kapok gak? umm. Kapok. Tapi, saya berpegang teguh pada prinsip "Berani Kotor Itu Baik". bisa diterjemahkan? :D
nb : JANGAN DITIRU. Cerita ini hanya rekayasa belaka. Sesungguhnya, penulis merupakan orang yang sangat tertarik pada dunia Mate-MATI-ka.

.jpg)
.jpg)


