Mungkin kalau kita bertemu lagi, aku akan melihatmu dengan kemeja rapih, sepatu hitam, dan tas ransel hitam usang yang mungkin sudah kamu pakai selama 2 atau 3 tahun yang lalu. Terlihat dengan resleting yang sepertinya dari jauh tampak usang dan mulai mbulet. Tas hitam yang selalu menemanimu ke sekolah. Aku tak pernah melihatmu menggunakan tas lain. Aku akan melihatmu berjalan tegak dengan kepala tertunduk. Mungkin akan ada gaya rambut baru darimu kelak. Selama SMA ini aku tak pernah melihatmu neko-neko. Rambut hitam dan tampak bersinar apabila terkena matahari. Bukan cepak, bukan juga jabrik. Biasa. Ya. Kamu ordinary. Justru itu yang membuatmu tampak extraordinary. Dengan tatapan mata ke depan. Kamu akan menoleh apabila ada yang memanggilmu. Kalau tidak, kamu akan terus berjalan bersama 2 atau 3 teman kosmu dengan sesekali menundukkan kepala. Setiap pagi, kamu berjalan dengan senyuman kecil. Tak pernah kulihat kamu datang ke sekolah dengan alis yang menyatu atau mulut yang selalu penuh dengan kata-kata. Kamu tenang. Sungguh Super! Aku tidak akan melihatmu menggunakan baju olahraga sekolah kita. Kamu pasti akan memakainya dengan kaos kaki yang cukup tinggi sehingga hampir menutupi setengah betismu. Aku tidak akan melihatmu berlari lagi ketika Ujian Praktek. Ketika teman-temanmu sudah selesai semua, kamu baru datang. Aku yang melihatmu dari kejauhan lalu menyimpulkan kalau kamu lamban dalam berlari. Aku tidak akan melihatmu duduk di sudut bangku paling pinggir. Kamu tidak duduk di depan juga tidak di belakang. Kamu di tengah. Aku tidak akan melihatmu yang kadang duduk di kursi koridor kelas. Kadang, tidak sering. Kala aku lewat depan kelasmu, aku hanya sepintas melihatmu memegang buku. Entah itu buku pelajaran atau buku yang lain. Yang jelas, aku menyimpulkan kamu adalah seorang pembaca yang giat. Aku tidak akan melihatmu dari jendela kelas X-4 sementara ketika Ujian Sekolah. Aku tidak akan melihatmu dari koridor Ruang 1 dan 2 ketika Ujian Nasional. Aku juga tidak akan melihatmu lagi dari koridor kelasku. Aku tidak akan melihatmu sepulang sekolah di depan ruang BK. Ya. Mungkin kamu sedang menyiapkan masa depanmu dengan beberapa kali ke ruang BK. Aku tidak akan melihatmu melewati Gang Laboratorium Kimia dan Laboratorium Fisika. Aku tidak akan melihatmu di depan Halte sekolah tiap pagi. Aku tidak akan melihatmu duduk di sebelah warung depan SD.
Tapi,
Aku akan tetep melihatmu dengan titik hitam di pinggir hidung kirimu. Titik hitam yang mengandung lebih banyak melanin dibanding kulit sekitarnya. Itu khasmu. Dari situ, aku akhirnya mendapat sebuah julukan yang pantas untukmu, Freckles. Maaf. Mungkin julukan itu akan terdengar seperti menyindirmu. Tapi, justru karena "freckles"mu aku dapat mengenalimu kelak.
You are always a mystery to me; you're one I never want to discover so I'll just admire you from afar to keep the wonder.
You are always a mystery to me; you're one I never want to discover so I'll just admire you from afar to keep the wonder.
Semua yang terjadi di sekolah ini, biar cuman terjadi disini aja. - Sanni, Cinta Pertama
*sakwords*

